Sajak dari ibu: Pencarian yang Ketiadaan Noktah

April 23, 2008

Semalam, semasa aku menelefon ibundaku, Ama, aku diperdengarkan sebuah sajak bertema ketuhanan. Sajak ini ditulis ibunda sewaktu pulang dari mengerjakan haji 2006. Jadi, atas keizinan ibunda, aku mempersembahkan, Pencarian yang Ketiadaan Noktah untuk lauk santapan rohani kalian.

Penghayatan sajak ini, memerlukan penelitian pada teknik pembacaan. Jadi, aku cadangkan kalian mengawal intonasi demaklasi berpandukan tanda baca di setiap akhir ayat-ayat dan bait-bait.

Selamat menjamu rohanimu dengan penuh selera.

Pencarian yang Ketiadaan Noktah.

Di sini..
Siapa pun bisa sebak,
membawa segala keresahan cinta.
Dan di sinilah..
sesekali sendirian di tengah manusia, mencari
dalam segala kerendahan hati.

Di sini..
sesekali ada yang resah,
menunggu dengan gelisah.
Bagai pencari yang bimbang.
Bagai musafir yang malang.
Ruang luas tak mungkin aman dan selamat.

Berilah aku aman di perutMu yang sejuk.
Di marmar lembut hamparan permaidani,
merangkup segala duka bahagia.

Keamanan terasa.
Lari dari kelelahan.
Lari dari keresahan.
Dalam penyerahan,
sebak di dada adalah cinta padaNya.
Haru rasa adalah kasih rindu padaNya.

Di sini..
Aku kesepian.
Aku dalam pencarian.
Aku dalam kesetiaan,
di lautan manusia, siapalah aku????
MencariMu melaluiNya
Akukah itu di tengah manusia sebak dada,
kerana cinta padaNya

Di manakah kau tika itu…?

Di sini..
Aku tak bisa lama,
Sampai saat dan ketika senja menggulung jua,
lalu kubiarkan detik berputar.
Masa beredar,tapi..
ketiadaan noktah.

Ya Allah..
Aku ini hambaMu.
Rumah ini rumahMu.
Kau mudahkanlah segala urusanku.
Hanya nikmatMu jua hanya rehdhaMu jua,
tambah-tambahkanlah keredhaanMu itu padaku.
Baikkanlah kepulanganku.
Datangku bukan yang terakhir,
atau gantikanlah syurga untukku.
Amin..

Ya Rabbil Alamin.

Majlah bte Ayup
12 Januari 2007